Selasa, 16 Maret 2010

ADAPTASI FISIOLOGIS TERHADAP KEHAMILAN

Adaptasi maternal melindungi fungsi fisiologis normal seorang wanita, memenuhi tuntutan metabolik kehamilan tubuh wanita, dan menyediakan kebutuhan untuk pertumbuhan dan perkembangan janin. Tanda Kehamilan : Presumsi à Perubahan yang dirasakan wanita (mis. Amenore, keletihan, nyeri payudara, pembesaran payudara, morning sickness), Kemungkinan à Perubahan yang diobservasi oleh pemeriksa (mis. Tanda Hegar, ballottement, tes kehamilan), Pasti à Mis. USG, bunyi DJJ (Denyut jantung janin).

Sistem Reproduksi Dan Payudara

Aksi Hipotalamus-Hipofisis-Ovarium
• Aksi Hipotalamus-Hipofisis-Ovarium Selama hamil estrogen dan progesteron me↑ àmenekan sekresi FSH dan LH

• Maturasi folikel, ovulasi, dan menstruasi menjdi terhenti

• Setelah implantasi, ovum yang dibuahi dan vili korionik memproduksi hCG yang mempertahankan korpus luteum untuk produksi estrogen dan progesteron selama 8 - 10 minggu I kehamilan sampai plasenta dibentuk

Uterus
• Terjadi pembesaran uterus yang terjadi akibat:
a. peningkatan vaskularisasi dan dilatasi pembuluh darah

b. hyperplasia (produksi serabut otot dan jaringan fibroelastis yang baru) dan hipertrofi (pembesaran serabut otot dan fibroelastis yang sudah lama)

c. perkembangan desidua

• Pada minggu ke-7 ukuran uterus sebesar telur ayam negeri; pada minggu ke-10 sebesar buah jeruk; minggu ke-12 sebesar grapefruit (2x jeruk biasa). Setelah bulan ketiga, pembesaran uterus terutama disebabkan oleh tekanan mekanis akibat pertumbuhan janin. Kehamilan dapat terlihat setelah minggu ke-14, namun juga tergantung pada TB dan BB wanita. Postur juga mempengaruhi tipe dan derajat pembesaran abdomen

• Selama minggu-minggu awal kehamilan, aliran darah uterus dan limfe meningkat mengakibatkan edema dan kongesti panggul. Akibatnya uterus, serviks, dan istmus melunak secara progresif dan serviks menjadi agak kebiruan (tanda Chadwick).

• Sekitar minggu ke-7 dan ke-8 terlihat pola perlunakan uterus sbb: istmus melunak dan dapat ditekan (tanda Hegar), serviks melunak (tanda Goodel), dan fundus pada serviks mudah fleksi (tanda McDonald). Ini semua adalah tanda kehamilan.

• Karena semakin membesar, fundus menekan kandung kemih menyebabkan wanita mengalami urinary frequency (sering berkemih).

• Uterus keluar dari rongga panggul dan dapat dipalpasi di atas simfisis pubis antara minggu ke-12 dan ke-14; setinggi umbilikus pada minggu ke-20 gestasi; dan pada minggu ke-38 s.d ke-40 tinggi fundus turun karena janin mulai masuk PAP.

• Setelah bulan ke-4 kehamilan, kontraksi uterus dapat dirasakan melalui dinding abdomen (tanda Braxton-Hicks), yaitu kontraksi tidak teratur yang tidak menimbulkan nyeri.

• Kontraksi semakin jelas dan kuat setelah minggu ke-28 sampai akhir kehamilan. Aliran darah cepat seiring pembesaran uterus, pada kehamilan cukup bulan yang normal, 1/6 volume darah total ibu berada dalam sistem pendarahan uterus

• Dengan menggunakan alat ultrasound/stetoskop janin dapat didengar: (1) murmur/uterine souffle, suara bunyi aliran darah ibu seperti bergegas menuju plasenta, sinkron dg nadi ibu, (2) souffle funic yang sinkron dg frekuensi DJJ dan disebabkan oleh darah janin yang mengalir melalui plasenta, (3) frekuensi DJJ. Semua bunyi ini adalah tanda pasti kehamilan

• Ballottement, adalah gerakan pasif janin yang belum enganged (teknik mempalpasi suatu struktur terapungà jari pemeriksa dalam vagina mendorong dengan lembut ke atas;janin terdorong ke atas;kemudian turun kembali dan jari merasakan benturan lunak), dapat diidentifikasi antara minggu ke-16 dan ke-18

• Karena semakin membesar, fundus menekan kandung kemih menyebabkan wanita mengalami urinary frequency (sering berkemih)

• Quickening adalah tanda kemungkinan kehamilan dirasakan sebagai suatu denyutan dan sulit dibedakan dari peristalsis

• Friabilitas meningkat, serviks mudah berdarah bila berdarah atau disentuh

Vagina dan vulva
• Hormon kehamilan mempersiapkan vagina supaya distensi selama persalinan dengan memproduksi mukosa vagina yang tebal, jaringan ikat yang longgar, hipertrofi otot polos, dan pemanjangan vagina. Peningkatan vaskularisasi menimbulkan warna ungu kebiruan pada mukosa vagina dan serviks, disebut tanda Chadwick.

• Deskuamasi (eksfoliasi) sel-sel vagina yg kaya glikogen terjadi akibat stimulasi estrogen, sel-sel yg tanggal ini membentuk leukore (rabas vagina yang kental dan berwarna keputihan, berbau tak enak, tidak gatal atau mengandung darah)

• Selama kehamilan pH vagina menjadi lebih basa, dari 4 menjadi 6,5. Hal ini membuat bumil lebih rentan terhadap infeksi vagina. Diet yang mengandung gula yang banyak membuat lingkungan vagina menjadi semakin cocok untuk infeksi jamur

• Peningkatan vaskularisasi menyebabkan peningkatan sensitivitas yang dapat meningkatkan keinginan dan bangkitan seksual, khususnya pada trimester II kehamilan

• Peningkatan kongesti + relaksasi pembuluh darah dan uterus yang berat àtimbul edema dan varises vulva, biasanya membaik selama periode pasca-partum

• Pada nulipara, kedua labia mayora mendekat dan menutup introitus vagina; pada multipara memisah dan menganga setelah melahirkan. Sisa robekan himen terlihat setelah koitus, penggunaan tampon, atau melahirkan per vaginam

• Leukore: deskuamasi sel-sel vagina yang kaya glikogen terjadi akibat stimulasi esterogen dan progesteron pada serviks.

• Mukosa memenuhi saluran endoserviks membentuk sumbatan mukus, (operkulum) yang bekerja sebagai barrier thd infeksi selama masa hamil

Payudara
• Rasa penuh, peningkatan sensitivitas, rasa geli, dan rasa berat di payudara muncul sejak minggu ke-6 gestasi

• Sensitivitas bervariasi, dari rasa geli ringan s.d nyeri yang tajam

• Puting susu dan areola menjadi lebih berpigmen, warna merah muda sekunder pada areola, dan puting susu menjadi lebih erektil

• Hipertrofi kelenjar sebasea (lemak) yang muncul di areola primer (tuberkel Montgomery) dapat terlihat di sekitar puting susu. Kel sebasea ini berperan protektif sbg pelumas puting susu

• Selama trimester I dan II ukuran payudara meningkat progresif. Hormon luteal dan plasenta menigkatkan proliferasi duktus laktiferus dan jaringan labulus-alveolar

• Walaupun perkembangan kelenjar mammae secara fungsional lengkap pada pertengahan masa hamil, tetapi laktasi terhambat sampai kadar estrogen menurun, yaitu saat janin dn plasenta lahir

• Namun pada akhir minggu ke-6 dapat keluar prakolostrum yang cair, jernih, dan kental. Sekresi ini mengental yang kemudian disebut kolostrum, cairan sebelum menjadi susu, berwarna krem/putih kekuningan yang dapat dikeluarkan selama trimester III

Sabtu, 13 Maret 2010

KELENJAR PARATIROID

Definisi
Kelenjar ini terletak disetiap sisi kelenjar tiroid yang terdapat didalam leher. Kelenjar ini berjumlah empat buah yang tersusun berpasangan yang menghasilkan hormone paratiroksin. Masing-masing melekat pada bagian belakang kelenjar tiroid. Kelenjar paratiroid menghasilkan hormone yang berfungsi mengatur kadar kalsium dan fosfor didalam darah dan tulang.

Macam-macam kelenjar paratiroid
Pembagian kelenjar paratiroid berdasarkan kadar kalsium yang dihasilkan :

1. Hipoparatiroidisme
Terjadinya kekurangan didalam darah atau Hipokalsemia mengakibatkan keadaan yang disebut telani. Dengan gejala khas kejang dan konvulsi, kususnya pada tangan dan kaki yang disebut karpopedal spasmus. Gejala—ini dapat diringankan dengan pemberian kalsium.

2. Hiperparatiroidisme
Biasanya ada sangkut pautnya dengan pembesaran (tumor) kelenjar. Keseimbangan distrusi kalium terganggu, kalsium dikeluarkan lagi dari tulang dan dimasukan kembali keserum darah akibatnya terjadi penyakit tulangdengan tanda-tanda yang khas beberapa bagian kropos, yang dikenal sebagai otatis fibrosc stistika parens dan terbentuk kristal pada tulang, kalsiumnya diedarkan didalam ginjal dan dapat menyebabkan batu ginjal dan kegagalan ginjal hiperfungsi paratiroid terjadi memproduksi lebih banyak hormone paratiroksin dari biasanya.

Etiologi dari hiperparatiroid
1. hiperparatiroidisme primer
- Berkurangnya kalsium pada tulang dan timbul fraktus spontan.
- Kelainan traktus urinarius.
- Manifestasi dari system saraf sentrak, misalnya depresi dan koma.
- Kelemahan neuromuscular, tenaga obat berkurang keletihan otot.
- Manifestasi gastrointestinal, kurang nafsu makan, mual, dan muntah

2. Hiperparatiroidisma
- gagal ginjal krosnis, glomerulo nefitis, pielonefitis dan anomaly urogenitalis pada anak

- kurang efektif PTH pada beberapa penyakit misalnya defesiensi vitamin D dan kelainan gastrointestinal.

Intoksikasi Paratiroid Akut
Jarang terjadi bila terjadi akan memunculkan sejak pasien lemah, mual, dan muntah. Pada pemeriksaan kalsium dan fosfor serum sangat tinggi dan pasien biasanya koma.

Fisiologi Kelenjar Paratiroid
Diatur dan diawasi oleh kelenjar hipofise hormone paratiroksin (HPT) gell konsentrasi ion-ion kalsium yang terdapat dalam cairan extraseluler. Produksi HPT akan meningkat apabila kadar kalsium pada plasma menurun dalam keadaan psikologis kadar kalsium dalam plasma berada dalam pengawasan homeostatic. Dalam batas yang sangat sempit dipengaruhi oleh perubahan diet setiap hari dan pertukaran mineral antara tulang dan darah.
Hambatan kerja paratiroid mengakibatkan penurunan kadar magnesium dalam darah, konsentrasi magnesium sangat diperlukan bagi fungsi kelenjar paratiroid agar menghasilkan hormone yang diperlukan tubuh.
Fungsi ion Kalsium :
• Penting dalam cairan intersel dan ekstrasel
• Komponen utama dalam tulang
• Penting dalam pembekuan darah dan system enzim
• Pelepasan kalsium intersel untuk mengaktifkan sel dan kontraksi otot
• Kalsium ekstrasel mengadakan perubahan hipokalsemia yang menimbulkan epilepsy dan tetani

Fungsi hormone kalsitonn :
• Menurunkan kadar kalsium dengan menghambat reabsorsi tulang menekan aktivitas osteoblas dan menghambat pertumbuhan tulang

• Menghambat pelepasan kalsium dari tulang, Vitamin D merupakan metabolisme, hormone steroid menambah absorsi kalsium

Fungsi Kelenjar Paratiroid
1. Memelihara kosentrasi ion kalsium yang tetap dalam plasma
2. Mengontrol ekskresi kalsium dan fosfat melalui ginjal
3. mempercepat absorsi kalsium di intestine
4. kalsium berkurang, hormone paratiroid menstimulasi reabsorsi tulang sehingga menambah kalsium dalam darah
5. menstimulasi dan mentransportasi kalsium dan fosfat melalui membrane sel